Teknik Penyimpanan Biji Serealia

Perlindungan biji – Biji merupakan komponen vital yang dijadikan bahan makanan sehari-hari oleh banyak orang. Serealia seperti sorgum, milet, dan jagung adalah biji-bijian yang memiliki tingkat konsumsi terbanyak di wilayah Afrika khususnya.

Keamanan pangan merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk sosial maupun perkembangan ekonomi di setiap negara. Tantangan terbesar dalam produksi serealia adalah kehilangan hasil panen yang terjadi pada masa pasca panen atau post harvest losses. Hal ini harus dikurangi untuk dapat menciptakan perbaikan pada penanganan pasca panen.

Pemilihan teknik atau struktur penyimpanan biji bergantung pada tingkat produksi, kebudayaan, dan kondisi iklim lahan pertanian. Penyimpanan biji sangat dipengaruhi oleh kondisi lahan pertanian suatu negara.

Kelembaban adalah faktor iklim yang utama yang sangat mempengaruhi sistem penyimpanan. Aktivitas biologis terjadi hanya jika terdapat kelembaban pada gudang penyimpanan biji. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kestabilan kadar air produk sekaligus udara sekitar tempat penyimpanan biji.

Silo logam

Silo logam adalah salah satu metode yang efisien untuk menyimpan biji. Silo yang terbuat dari metal atau logam dapat memberikan perlindungan biji dengan membantu memperlancar sistem aerasi untuk mereduksi peningkatan temperatur pada biji-bijian.

Manajemen silo wajib dilakukan dengan baik untuk bisa menjaga kualitas biji yang disimpannya. Ada beberapa tipe silo dengan berbagai ukuran untuk penyimpanan biji dalam bentuk tumpukan.

Silo terbuat dari konstruksi konkrit, batu bata, atau lembaran logam yang dikaitkan. Model silo yang dikaitkan dengan bahan baja adalah model yang paling populer pada hampir seluruh gudang biji di seluruh negara karena keefektifannya dan harganya yang relatif murah.

Kelemahan yang sering dialami oleh penyimpanan secara massal yaitu minimalnya utilitas kapasitas gudang, space yang tidak terpakai tidak bisa digunakan untuk aktivitas lainnya. Permasalahan lainnya yaitu kondensasi uap dan serangan serangga.

Tantangan paling umum yang dialami pengguna silo logam yaitu biaya instalasinya yang tinggi.

Toko pertanian

Toko pertanian juga digunakan untuk penyimpanan biji-bijian. Toko yang berukuran lebih kecil dibangun dengan kayu yang dinaikkan ke platform yang ditinggikan.

Tiang penyangga yang bersifat anti hama khususnya hewan pengerat membantu memberikan perlindungan biji dengan cara mencegah hewan pengerat memanjat atau lompat ke dalam gudang penyimpanan biji.

Gudang yang lebih besar terbuat dari konstruksi yang menggunakan lembaran besi yang harus memenuhi standar yang ada meliputi:

  1. Lantai bagian dalam gudang memiliki ketinggian yang lebih tinggi dari tanah bagian luar gudang (untuk mencegah kelembaban dan air hujan masuk ke dalam gudang).
  2. Secara ideal, lantai dan dinding gudang harus bersifat anti lembab.
  3. Titik ventilasi juga harus diposisikan di dinding-dinding yang ditutupi oleh layar untuk mencegah tikus, burung, dan serangga masuk ke dalam.
  4. Gudang harus memiliki pintu yang cukup besar dan muat untuk transportasi karung penyimpanan biji keluar-masuk ke gudang dan juga terjadinya aerasi yang baik di gudang.
  5. Gudang harus dibangun pada jarak yang cukup jauh dari rumah penduduk setempat untuk menghindari fumigan dan bahan kimia gudang mengganggu kenyamanan penduduk setempat.

Gudang komunal

Model penyimpanan biji selanjutnya yaitu penyimpanan biji yang dilakukan secara berkomunitas oleh para komunitas petani yang ingin menyimpan biji atau komoditasnya secara bersama-sama di dalam suatu gudang yang diatur oleh seorang pengelola gudang.

Petani individu dapat mengatur stok yang siap untuk dipasarkan dengan cara mengirimkannya ke gudang komunal. Sistem penyimpanan ini dapat menjadi opsi yang lebih baik untuk para petani kecil yang tidak memiliki modal yang cukup untuk mendanai gudang sendiri ataupun keterbatasan lahan yang dapat dijadikan sebagai gudang ataupun para petani yang tidak memiliki pengetahuan tentang penyimpanan komoditas yang baik.

Sistem penyimpanan dengan menggunakan gudang komunal ini dimulai dari pedagang yang datang dan mengangkut muatan dengan menggunakan truk.

Selain dapat memberikan perlindungan biji yang efisien karena dilakukan secara berkomunitas, gudang komunal juga memberikan keuntungan bagi pembeli dari segi biaya beli yang tereduksi melalui adanya gabungan komunitas pedagang, sehingga harga jualnya menjadi variatif.